Journal of Balinesse Girl: Fun, Fearless, Feminist

itikbalis-newPerkawinan antar ras memiliki sejarah panjang di berbagai belahan dunia.  Amerika Utara dan Selatan, negara-negara Eropa, Afrika,  Asia Timur dan Asia Tenggara sampai Australia, semua memiliki riwayat perkawinan antar ras (disebut miscegenation atau interracial marriage) sendiri-sendiri. Biasanya itu terjadi antara penduduk asli dengan pendatang. Misalnya penduduk asli Philipina dengan tentara Amerika yang dulu diposting di blog eh pangkalan militer AS di Philipina.

Pada awal sampai pertengahan abad ke-20, banyak negara Amerika dan Eropa melarang perkawinan antar ras. Sebagian pelarangan itu sampai dikukuhkan dengan semacam undang-undang anti perkawinan antar-ras (anti-miscegenation law).

Yang paling keukeuh menentang perkawinan antar ras adalah Jerman di masa pemerintahan Hitler dengan partai Nazi-nya. Tahu sendiri kan, Hitler si keblinger itu narsisnya kebangetan. Dia selalu menganggap ras Jerman (disebut ras Aria, meskipun  ini sebenarnya nama umum untuk ras kaukasia/bangsa berkulit terang) paling unggul. Demi menjaga ‘kemurnian’ ras, Hitler melarang keras bangsanya terlibat hubungan perkawinan dengan bangsa lain ras.

Di kemudian masa, para ilmuwan dan peneliti bidang genetik membuktikan bahwa pandangan umum tentang perkawinan antar-ras ternyata salah kaprah. Alih-alih merugikan, perkawinan antar-ras justru menguntungkan dan menjanjikan kualitas keturunan yang lebih unggul.

Dalam bukunya berjudul “Breeding Between the Lines: Why Interracial People are Healthier and More Attractive” (panjangnya!), Alon Ziv menghadirkan bukti-bukti dari jurnal akademik, sejarah dunia, budaya pop dan hasil sensus mutakhir untuk membuktikan bahwa orang-orang berdarah campuran (di sini secara salah  disebut Indo) memiliki kelebihan fisik dan mental yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang berdarah ‘murni’.

Salah satu alasannya adalah keberagaman sifat-sifat genetik. Semakin beragam sifat genetik induk, semakin kuat dan unggul keturunan yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin seragam sifat genetik induk karena terlalu dekatnya hubungan kekerabatan pasangan itu, semakin lemah dan rendah kualitas keturunannya. Contoh paling ekstrim adalah perkawinan sedarah yang biasanya menghasilkan keturunan yang tidak sempurna.

Itulah kenapa beberapa suku di Indonesia melarang perkawinan semarga, karena anggota marga yang sama dianggap masih terlalu dekat hubungan kekerabatannya.  Tahu kan sekarang meski sepupu kita cantik dan ngegemesin, kita tidak boleh menyimpan rasa terhadapnya hehe….

Sebaliknya, rada mengulang, semakin beragam sifat genetik induk lantaran jauhnya hubungan kekerabatan kedua induknya, semakin menjanjikan kualitas keturunannya. Karena itu, perkawinan campuran dianggap ideal untuk memenuhi syarat “jauh” itu.

Contohnya banyak. Misalnya Hermione cewe’nya Ron. Dia yg berdarah ‘lumpur’ ternyata termasuk murid paling cerdas di sekolah sihir Hogwarts. Dan anaknya juga kiyut n ngegemesin gitu (eh, kalo itu Emma Watson dink :) ).

Aktor legendaris dan salah satu ikon perfilman Hollywood, Marlon Brando, adalah hasil persilangan bule berkulit putih (ya eyalaahh)  dengan penduduk asli Amerika berkulit merah, yang oleh Colombus disalah-sebut sebagai Indian (orang India). Mereka memang kesasar, pengennya ke India tapi malah terdampar di Amerika. Udah gitu ndak nyadar lagi, mikirnya mereka benar-benar sudah sampai ke India.

Pemimpin paling berpengaruh di dunia saat ini, Presiden Obama,  juga berasal dari keluarga campuran hitam-putih. Tidak ada yang menyangkal kalau dia termasuk ‘produk unggulan’, dalam usia semuda itu bisa jadi pemimpin sebuah negara yang merasa dan mengaku paling berpengaruh di seantero jagat raya.

Kalau di mari, makin gampang saja mencari contohnya, utamanya dari kalangan selebritis.  Para seleb ‘indo’ biasanya cepat populer dan jobnya mengalir lancar karena paling tidak dari tongkrongannya sudah kelihatan keren. Misalnya Rianti, Carrisa Putri, Cinta Laura si hujyan ojyeck bechyeck, Nicolas Saputra, Ira n Ari Wibowo, dan tentu saja Manohara.

Atau ndak usah jauh-jauh, ini aja deh… ehm, si Ayu Laksmi, pemilik blog Journal of Balinesse Girl yang menyebut dirinya Itik Bali. Makhluk manis yang mengaku tapi orang-orang yang mengenalnya emang membenarkan kalau dia sungguh mirip Aura Kasih dan sep cantik Farah Quinn ini terbilang luar biasa, secara pribadi maupun sebagai blogger.

aura-itik-farahBelum genap 17 tahun, Jembatan Konyugasi antara Bali dan Jawa ini sukses beternak blog. Sampai saat ini dia sudah berhasil menangkarkan dan membudidayakan tiga ekor blog yang gemuk, sehat dan pesat perkembangannya.

Paling menggiurkan tentunya Journal of Balinesse Girl ini. Baru berumur setahun (itupun ada jeda antara Juni – Desember ’08; jadi mulai sungguhan aktifnya sejak 2009), blog ini sudah dapat PR 3 dan Alexa berada dalam kisaran 200 ribu.

Dengan tampilan blog dan bloggernya yang menawan, salah satu selebriti blog Indonesia yang suka kalah main gundu sama anak SD ini sukses meraup puluhan bahkan ratusan komentar dalam setiap postingan. Dari pengamatan acak terhadap postingan dari bulan ke bulan (kalo ke matahari kejauhan dan panas soalnya :) ), blog cantik ini bernasib sama dengan punya saya: belum pernah dapat 50 komentar. Bedanya, komentar di blog saya selalu jauh kurang dari 50, kalau dia selalu jauh melebihi angka itu. Sama to? Ha..ha..ha…  Bahkan postingan paid review berbahasa Inggris yang nyata-nyata komersial pun ada yang dapat 25 komentar.

Hmm, memangnya kaya apa sih blognya?

Pertama kali nyasar ke sana, saya sudah suka. Pada kunjungan kedua dan ketiga, saya langsung jatuh cinta (hayahhh). Blognya manis nis dan seger ger. Semuanya serba pas. Rapi jali, profesional, tapi tidak garing dan malah asri. Berhias sana sini, tapi tidak lebay. Kalo pas blogwalking di bawah teriknya screen CRT, di jalanan online yang penuh debu, virus, malware serta cacing virtual,  mampir ke blog ini seperti menemukan oase yang airnya bening sejuk segar sehat dinaungi rindangnya pohon kurma (hayahhh, kurma mana rindang?).

Itu baru layoutnya. Belum isi dan gaya postingannya.

Tapi angkat tangan deh kalo disuruh mengulas postingannya. Buat keperluan review ini, saya sempat nyoba baca sejumlah postingan secara acak terutama yang lama2, soalnya yang baru dah rutin mengikuti. Wakakak, setiap abis wakakakak….baca postingan bawaannya …..wakakakak pengen ngakak guling2 melulu. Gokil banget soalnya. Saya sampe sakit perut, demam tinggi disertai disentri (hayahh, itu sih gejala swine flu :D ) ampe masuk UGD dan dilanjut opname seminggu trus akhirnya musti operasi sesar…loh?!

Meski dari puluhan postingan, yang berlabel parodi cuman sepuluh biji, kayaknya sebagian besar bergenre parodi juga. Kebanyakan memparodikan kehidupan sehari-hari, peristiwa terkini dari pilpres sampai bom di Marriot, dan kadang tega juga memparodikan kisah kasih di sekolah teman sendiri :D , seperti di postingan ini.

Postingannya lucu, cerdas, kreatif, jalan ceritanya ndak terduga, kayak burung nuri di pagi hari yang riang gembira terbang ke sana kemari, menclok sana sini ke dahan, ranting dari pohon ke pohon dengan lincahnya. Tapi kalau pas melow bisa dalem dan penuh perasaan juga, meski tetap kocak. Angle-nya unik dan tidak standar. Ide-idenya segar dan beda, yang cuman bisa dihasilkan oleh mereka yang trampil menerapkan cara berpikir lateral. Pokoknya kalau kelar baca postingannya, biasanya kita cuman bisa ngakak sampai pipis di celana dan bilang, “Adaaaaa aja!” Bahkan postingan melow akibat patah hati pun tidak membuatnya kehilangan ciri khas.

Pepatah Italia bilang, apa yang tersaji di meja makan mencerminkan apa yang terjadi di dapur dan mewakili kualitas kokinya -> ditambahin sendiri untuk keperluan review.

Dari postingannya, kelihatan sekali kalau Itik Bali tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi karena terjangkit  sindrom enggan-menulis yang biasa menyerang para remaja (hayahh). Nampak sungguh kalau dia gemar sekaligus trampil serta sangat menikmati menulis. Jelas benar kalau budi dan hatinya ibarat mata air yang tak habis-habisnya menyemburkan ide yang siap ditampung dan diolah menjadi tulisan yang memikat.  Sangat kentara pula kalau isi dan gaya tulisnya “itik banget”,  punya ciri khas yang kuat dan secara jujur memcerminkan karakter bahkan kepribadiannya.

Tak diragukan lagi kalau Itik Bali orangnya pastilah manis, pintar dan lucu (hihi, pakai istilah standar aja yah). Ini rada gawat karena, tahu sendiri kan, saya paling klepek-klepek kalau dah ketemu perempuan yang manis, pintar dan lucu. Untung konten di blognya bener-bener kocak jadi kalo pas kesana saya sibuk guling-guling sakit perut dan enda sempat klepek-klepek.

Sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tanggal 28 Juli 2009, sempat tersiar kabar kalau blogger sweetheart satu ini ada kemungkinan akan hiatus lantaran idenya lagi mati suri. Ada manusia bodoh yang cukup bodoh untuk membuatnya patah hati, tanpa sadar bahwa kita tak akan pernah tahu betapa berharganya yang kita miliki sampai kita kehilangan itu.  Itik Bali hilang semangat. Kedua sayapnya lunglai. Bulu-bulunya garing dan keriting. Paruhnya tertunduk lesu, tidak lagi menyusur sana-sini, menjelajah sawah subur pikirannya dan cekatan menyambar cacing-cacing ide yang melintas di kepalanya.

Kabar itu tentu saja menghebohkan dan menimbulkan kepanikan di kalangan blogger tanah air. Berbagai bentuk dukungan dan solidaritas segera digalang. Tak kurang ada 90-an komentar, simpati, dukungan moral dan semangat yang semuanya menyerukan satu suara: LANJUTKAN (waduh, koq malah kampanye kesiangan?). Itik Bali tak boleh berhenti. Itik Bali tak boleh kehilangan ke-itik-annya. Itik Bali tetaplah lucu. Itik Bali teruslah gokil. Itik Bali jangan jadi biasa.

Hmm, popularitas kadang memang jadi belenggu, menjebak kita, menuntut kita terus menjadi seperti yang mereka harapkan. Apapun, pesannya jelas, Itik Bali tetaplah jadi diri sendiri. Bebaslah menulis sesuai dengan gaya, perasaan dan suasana hatimu saat itu.

Untunglah nampaknya Itik Bali sudah kembali. Itik Bali sudah lucu lagi. Bukan karena merasa harus, tapi karena memang itulah semangat dan ruh yang memancar dari mata air bening jati dirinya.

Wah, ini kayanya merupakan postingan terpanjang yang pernah saya tulis sampai saat ini. Masih banyak yang bisa diulas dari blog dan blogger ini. Tapi saya harus berhenti sekarang, sebelum postingan ini berubah jadi buku wakakakak.

Fakta dalam angka, per 9 Agustus ’09:

  • Alexa Traffic Rank : 207.812
  • PageRank : 3
  • Technorati Blog Rank : 101.902
  • Yahoo Search Inlinks : 1.488

Ingin blog Anda direview juga? Silakan tinggalkan komentar di Daftar Tunggu. Gratis :)

Rujukan:

Comments (51)

 

  1. Reza Fauzi says:

    hm… coba saya ke sana, haha

  2. lagi usil says:


    @ macangadungan: qiqiqi, jd maloe neh, soalnya abis ini cewe lg ;) . eh tp ga juga, soalnya bnyk jg brother yg blognya direview, kaya kucrit, alie yusrie, yorick n akmal rizali….yah fifty2 lah :)
    @ Tisti Rabbani: hehe, trims yah….koq error knapa? ganti alamat gpp asal ngasi tau n utangnya dilunasin dulu wakakakak…..
    @ Kantong Plastik: hahaha, jd ga sembuh2 yah?
    @ Ade: ati2 mba’, licin heheh…..
    @ Reza Fauzi: silaken bro :)

  3. reni says:

    Pengen baca hasil review tentang blog ini juga ah…
    ^_^

  4. buwel says:

    duuuuhhh makasih banget neh udah di pindahin..makasih banget mas….terharu biru neh…..makasih sekali laagi…….
    maab ini gi di warnet….heheheheh

  5. Neng Aia says:

    setuja!! neng itik emang tob pisaan dahhh!! pantas untuk ripiu….

    yuukk mariii…

  6. lagi usil says:


    @ reni: hehe, gimana pendapatnya mba’.?
    @ buwel: wakakakak…saya yg trimakasih mas dah sering dikunjungi kekekeek….
    @ Neng Aia: syukurlah kita sepakat tentang hal itu (hayahhh).

  7. Mantap memang dia
    Saya juga senang berkunjung ke blognya
    Sip juga untuk review anda :D

  8. lovepassword says:

    Itik Bali memang keren, anak muda berprestasi calon presiden.

  9. lama nih ga mampir, sdh banyak review blog baru, mau langsung menuju blog yang direview dulu bro …

  10. lagi usil says:


    @ Kartika: hehehe, kita sepakat donk? thanks yah….
    @ lovepassword: hahaha, ini lomba seo ya?
    @ BBI: silakan mas, kunjungi dah lihatlah sendiri hahahah….

  11. inuel says:

    itik emang gila hahaha.. *jangan di laporin sama orangnya ya Om*

    aku kok baru baca ya hehe

Udah, komentar aja... dah nyampe sini juga :)