(Lanjutan kemarin yaa…)
Kisah Graviola nyaris berakhir, tapi ndak jadi. Tapi nyaris! Capek deh….
Btw, knapa?
Di bawah Undang-Undang Federal, bahan-bahan berasal dari sumber alami untuk obat tidak bisa dipatentkan.
Itu masalah besar bagi perusahaan, yang terlanjur keluar biaya banyak. Mereka bikin riset lagi, keluar biaya lagi. Kali ini untuk membuat sintesa/kloning dari Graviola supaya bisa dipatentkan supaya bisa balik modal dan meraup keuntungan besar. Tapi namanya nasib, usaha ini pun gagal.
Graviola tidak bisa dikloning. Perusahaan gigit jari bosnya setelah keluar dana milyaran dolar untuk riset dan aneka test.
Seiring dengan pudarnya mimpi meraup keuntungan berlipat, kegiatan riset dan dan tes pun dihentikan. Perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan tidak akan mempublikasikan hasil riset yang sangat berharga ini. Tega ya!
Untunglah seorang ilmuwan yang terlibat dalam riset tidak setega itu. Mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.
Ketika pakar-pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan penelitian. Hasilnya mengejutkan dan tidak mengejutkan. Mengejutkan, karena hasil penelitian menunjukkan Graviola terbukti sebagai pembunuh kanker yang efektif. Tidak mengejutkan, karena kemarin juga sudah ditulis kan, hihihi…..
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan kalau daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayang hasil itu untuk keperluan intern saja alias tidak dipublikasikan. Sejak tahun itu, ujicoba terhadap Graviola yang dilakukan oleh 20 laboratorium secara terpisah menunjukkan hasil yang konsisten.
Suatu artikel yang diterbitkan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa suatu studi yang dilakukan Chatolic University di Korea Selatan menemukan salah satu unsur kimia ampuh yang terkandung dalam Graviola. Unsur tersebut mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar 10.000 kali lebih dahsyat dibandingkan Adriamycin dan Kemoterapi.
Penemuan paling menyolok dari studi yang dilakukan universitas itu adalah bahwa Graviola mampu menyeleksi, memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak diapa-apakan (halah bahasanya). Graviola lebih cerdas dari kemoterapi yang main hantam kromo termasuk pada sel-sel sehat misalnya sel reproduksi (lambung dan rambut). Makanya timbul efek samping berupa rasa mual dan rambut rontok.
Studi di Purdue University menunjukkan hasil yang relevan: daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker Prostat, Pankreas dan paru-paru.
Setelah sekitar tujuh tahun tidak ada kabar mengenai Graviola, akhirnya berita mengejutkan ini pecah juga melalui lembaga-lembaga tersebut.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang dibudidayakan dan dipanen penduduk pribumi Brazil, kini dapat diperoleh di Amerika. Di Indonesia kayaknya juga buah sirsak gampang ditemukan.
Kisah lengkap tentang Graviola, di mana mencarinya, bagaimana memanfaatkannya, dan lain-lain penjelasan dapat dijumpai dalam “Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk” terbitan Health Science Institute.
Berikut salah satu resep yang disarankan seorang pakar buah di Taman Buah Mekarsari.
Untuk pencegahan, dianjurkan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan, salah satu caranya dengan merebus 10 lembar daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dalam 3 gelas air dan direbus hingga airnya tinggal 1 gelas saja. Air yang tinggal satu gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Setelah minum, efeknya berupa badan terasa panas, seperti efek kemoterapi. Dalam waktu dua minggu,setelah hasilnya dicek dokter, katanya cukup berkhasiat.
Sekarang kita tahu manfaat luar biasa buah sirsak yang segar-manis-kecut ini. Ini beneran alami tanpa efek samping apa pun. Hayukk, sebar luaskan kabar baik ini yaa. Pada keluarga, teman, saudara, sahabat, teman yang kita kasihi, musuh yang kita benci, tetangga yang kita jengkeli, siapa saja deh. Kalo punya sepetak tanah di halaman rumah, coba tanam satu. Siapa tahu manfaat buat kita atau orang-orang di sekitar kita.


Tulisan penyudah kalimat pembohongan di web sebelah yg katanya mengkonsumsi rebusan daun Graviola bisa parkinson..:)) aya – aya wae
seneng banget klu ada yg meninggal