Negeri Orang-Orang Gagah

July 18, 2009
by lagi usil

Indonesia itu negerinya orang-orang gagah dari segala zaman.  Arena para pendekar. Tanah kaum pejuang. Gudangnya pahlawan. Dari zaman Majapahit sampai era reformasi, negeri kita tetaplah negeri di mana para pahlawan berpijak. Ini dia contohnya:

1. Patih Gadjah Mada (…. – 1364)

gadjah madaGadjah Mada, arti harafiahnya ‘jenderal gajah’. Selain menjabat sebagai mahapatih alias perdana menteri Kerajaan Majapahit, ia merupakan pemimpin militer paling disegani dalam sejarah kuno negeri kita. Zaman keemasan Kerajaan Majapahit mungkin tidak akan pernah terjadi tanpa jasa-jasanya. Dengan Sumpah Palapa, dia berjanji tidak akan makan daging palapa (bagian atas pohon kelapa yang memang nikmat dibuat sayur) kegemarannya sebelum berhasil mempersatukan nusantara.

Gadjah Mada merupakan pahlawan nasional dan simbol persatuan bangsa, yang telah menanamkan jiwa nasionalisme dan menginspirasikan semangat perjuangan pada para pahlawan dan seluruh rakyat Indonesia.

2. Cut Nyak Dhien (1848 – 1908)

cut-nyak-dienAceh merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang tidak pernah berhasil dikuasai penjajah. Salah satunya karena jasa Cut Nyak Dien yang berjuang pantang menyerah melawan tentara Belanda. Setelah suami pertamanya gugur di medan laga, Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar,  pahlawan nasional. Pernikahan mereka mengangkat moral pasukan dan suami istri itu berjuang bahu-membahu, memimpin rakyat melawan Belanda.

Tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur sehingga Cut Nyak Dien meneruskan perjuangan sendirian di pedalaman Melabouh, sampai menderita encok dan rabun.  Karena kasihan, seorang anak buahnya bernama Pang Laot melaporkan posisi Cut Nyak Dien. Dia tertangkap, dibawa ke Aceh untuk menjalani perawatan sampai sembuh. Dia masih berhubungan dengan pejuang yang belum tertangkap untuk mengangkat moral mereka, hingga akhirnya dipindah ke Sumedang dan menghembuskan napas terakhir di pengasingan tanggal 6 November 1908.

Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional Indonesia.  Jadi awas, jangan remehkan perempuan!

3. Pattimura (1783 – 1817)

pattimuraKapitan Pattimura memimpin gerakan rakyat Maluku melawan penjajah Belanda. Tanggal 16 Mei 1817, Pattimura bersama pasukannya berhasil merebut Duurstede, benteng pertahanan Belanda di Saparua, melalui suatu pertempuran yang dahsyat. Pattimura dan pasukannya menguasai benteng itu selama tiga bulan sebelum akhirnya tertangkap oleh Belanda.

Pattimura seorang pahlawan nasional sejati, penuh dengan semangat perjuangan dan pantang menyerah. Ia lebih memilih gugur di tiang gantungan meskipun mendapat tawaran untuk dibebaskan dari segala tuduhan dengan syarat mau bekerja sama dengan Belanda.

4. Ibu Kartini (1879 – 1907)

kartiniIbu Kartini,  dengan caranya sendiri telah gigih berjuang membela bangsanya terutama kaumnya dari belenggu kebodohan dan mendobrak monopoli pengetahuan oleh kaum laki-laki.

Kartini mendirikan sekolah di Jepara dan Rembang untuk mendidik khususnya kaum perempuan yang pada saat itu dikesampingkan haknya untuk mendapatkan pengajaran.

Semangat dan tekad Kartini untuk memperjuangkan kaumnya tertuang dalam surat-surat kepada para sahabatnya asal Belanda, yang kemudian dikumpulkan dalam buku berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Sampai sekarang Ibu Kartini tetap dikenang sebagai pahlawan nasional pembela emansipasi kaum perempuan.

5. Jenderal Sudirman (1916 – 1950)

sudirmanJenderal Sudirman terkenal sebagai pahlawan yang teguh pada prinsip, kuat pendirian dan tekadnya, serta selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Pada Agresi Militer Belanda II, dalam kondisi sakit paru-paru dan harus ditandu, dia tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia,  memimpin langsung perjuangan melawan penjajah dengan siasat perang gerilya-nya yang legendaris itu.

Pahlawan nasional Jenderal Sudirman dianggap sebagai salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

6. Wage Rudolf Supratman (1903–1938)

w.r.supratmanW.R. Supratman menuangkan jiwa kebangsaan dan semangat perjuangannya dengan cara yang berbeda. Ia menulis buku berjudul ‘Perawan Desa’ yang bernapaskan semangat nasionalisme dan menentang pemerintahan penjajah, sehingga buku itu disita dan dilarang edar oleh Belanda.

Karya besarnya, lagu kebangsaan Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan secara instrumentalia dalam penutupan suatu konggres  yang melahirkan Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928  di Jakarta.

W.R. Supratman, pahlawan nasional yang berjuang melalui jalur seni. Lagu ciptaannya telah menjadi salah satu perekat persatuan bangsa ini, yang selalu diperdengarkan dalam setiap kesempatan, dan selalu berhasil menggugah semangat kebangsaan rakyat Indonesia di mana pun berada.

Indonesia negerinya orang-orang gagah.

Indonesia tidak punya tempat buat kalian para pengecut. Kalian itu siapa? Kalian cuma kumpulan para pengecut. Kalian itu memalukan dan menyebalkan.

Kalian mau  membela siapa?

Golongan politik tertentu? Tidak ada golongan politik yang mau dibela pengecut seperti kalian.

Membela agama tertentu? Malu, agama kok dibela pengecut! Agama Islam, Hindu, Kristen, Katholik, Budha, Kong Hu Cu…. itu agamanya para ksatria, bukan pengecut seperti kalian.

Apa kalian dari negeri tetangga? Kalau begitu, enyah sana!

Indonesia tidak ada tempat untuk pengecut.

Dikiranya yang kemarin itu hebat? Dikiranya kemarin dahyat, spektakuler, mengerikan? Dikiranya kalian menakutkan, teroris penebar maut? Mwahahahah, tidak banget! Menyerang orang  tidak bersenjata dan tidak terlatih dan sedang lengah di masa penuh kedamaian, itu kan gampang sekali?  Untuk melakukan itu cuman dibutuhkan sedikit ketrampilan elektronik, pikiran sempit dan bodoh, dan tentu saja jiwa pengecut.

Kenapa jarang yang melakukan? Karena orang Indonesia keturunan para ksatria dan berjiwa ksatria. Kalian saja yang pengecut.

Pengecut itu hukumannya apa? Ditembak? Digantung? Dipancung? Disetrum di kursi listrik? Disuntik mati? Tidak. Pengecut itu hukumannya, kepalanya dibenamkan ke dalam jamban sampai sebatas dada, dibiarkan sampai mati kehabisan napas. Nanti, setelah mati dan masuk neraka, hukumannya ya seperti itu juga. Baunya memang ndak enak, tapi  itulah hukuman buat pengecut. Wong pengecut kok mau ditembak atau digantung atau disetrum. Sayang pelurunya. Sayang talinya. Sayang rekening listriknya.

Indonesia tidak punya tempat untuk pengecut. Jadi, hei para pengecut, kalian punya dua pilihan. Bertobat lalu belajar – membaca banyak buku dan bergaul dengan para ksatria untuk membuka pikiran dan wawasan, atau bunuh diri saja.

Rujukan:

Gambar:

  • Gambar Ibu Kartini dipinjam dari blog Bintang.
  • Gambar-gambar lainnya dipinjam dari Wikipedia dan Wikipedia Indonesia.

20 Comments

  • Ani says:

    Mestinya kita bangga ya karena memiliki pahlawan2 yang gagah berani.

  • pahlawan punya jasa yang amat besar pada negara kita…
    kalau para pahlawan g ada…
    bisa jadi negara ini g bakal ada…
    saluutt buat para pahlawan..

  • quinie says:

    mungkin sajah mereka mengsalahartikan tentang keberanian yang dicontohkan para pahlawan.
    karena ga jarang, hal2 yang muncul ternyata karena missunderstanding

  • Yanti says:

    Oh my God… Jadi inget pelajaran sejarah… Kabuuuurr :P

  • Aisha says:

    Thanks reviewnya bro.Kebetulan saya udah agak lupa, tentang sejarah mereka…

  • Akmal Online says:

    NEgri yang Besar ada Negri yang tidak melupakan jasa-jasa para pahlawannya..

  • lagi usil says:


    @ Ani: betul skali mbak…bangga n bersyukur juga…
    @ belajar SEO: bener…jasa para pahlawan kudu dikenang n dijadikan inspirasi.
    @ quinie: iyah, kadang menyalahartikan kepahlawanan dan perjuangan, sehingga terjadilah hal-hal bodoh seperti kemarin. (trims buanyakk udah baca postingan ini ampe selesai yah…..)
    @ Yanti: hahaha, knapa? alergi yah? gurunya killer?
    @ Aisha: saya juga lupa, musti nyari rujukan dulu hehe…
    @ Akmal Online: betullllll…..

  • dini says:

    Assalamualaikum hem bicara tentang ksatria n pengecut nih, gimana yah, mungkin Dini bisa terkategori orang yg akn d benamkn kepalanya, tapi jangan masuk neraka dung, berhubung pengecut dah berjiwa ksatria mau ngakui kesalahannya, dapet tiket gratis kan k surga, he2 :P (Astaghfirullah, ampun ya ya Allah canda koq)

  • quinie says:

    hm… sayah suka alurnya, sayah suka anglenya, dan ternyata diakhir postingan baru sayah dapet intinya.
    Nice way of writing :)

  • Rigih says:

    betul, negeri ini tempat orang2 hebat!
    tempat orang2 tetap membangun mimpi meski kalian kalian hancurkan ribuan kali!
    semagnat!

  • anazkia says:

    Apakah sekarang kita masih gagah?

    makasih dah mampir. Salam kenal :)

  • tulisan yang sangat bagus,..
    dengan tulisan ini semoga aja akan terlahir orang orang gagah seperti masa itu,..
    amin,.

  • alfon says:

    hanya teroris yang melakukan aksi bom di hotel jw marriot yang pengecut.. gak berani hidup cuma berani mati

  • bidikcom says:

    betul…. Indonesia adalah tempat para orang yang Gagah yag menafsirkan nilai Sahid dengan arif dan bijaksana.. bukan sekedar asal bapak senang….

  • lagi usil says:


    @ dini: hihi, karna udah ngaku ya bukan pengecut lg namanya. tp tiketnya tetep enda gratis donk….
    @ quinie: thengkyu yah…:)
    @ Rigih: akur banget bro, semangat!
    @ anazkia: itu tugas kita untuk tetap gagah….salam kenal juga :)
    @ lukisan abstrak: amin mas, semoga. tetap optimis pokoknya.
    @ alfon: iya bro, hidup jauh lebih menantang daripada mati..
    @ bidikcom: yup, gagah bukan pada fisik tapi pada kepribadian yang tangguh, wawasan yang luas dan pertimbangan yang bijak…

  • kucrit says:

    semoga saja… anak cucu.. para orang-orang gagah ini bisa nurun nenek moyangnya..
    tidak menjadi pengecut yang lempar batu sembunyi tangan.. hanya mencari ketenaran..
    salam hangat sobat.. akhirnya saya bisa berkomen lagi disini..

  • lagi usil says:


    @ kucrit: semoga bro. optimis saja, kita kebanyakan keturunan para perwira itu dan bakal jadi perwira juga dalam kata maupun tindakan…

  • Ansgarius says:

    Iya nih. Apakah kita harus dijajah dulu secara terang-terangan(karena saat ini sebenarnya kita sedang idjajah tapi tidak terasa) supaya jiwa ksatria kita lahir kembali? Leluhur negeri iini adalah para ksatria apakah darah ksatria itu telah hilang? Salam..

  • butet says:

    pendekar batak mana ya?

  • mqzink says:

    terkenang pak patimura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*