Manohara di Sarang Penyamun
Padahal anaknya cantik imut dan kelihatannya baik, tapi kok ya nasibnya apes banget. Eitt, bukan berarti kalau tidak cantik nasibnya boleh malang loh! Buat lagi usil, semua perempuan itu cantik dan punya daya tarik masing-masing. Ada yang daya tariknya bisa dinikmati dengan mudah, ada yang hanya bisa diapresiasi dengan kepekaan dan kedalaman rasa….*hayahh ndak jelas
*
Secara mitologi, Manohara merupakan salah seorang kinnari (kinnara perempuan). Kinnara adalah pecinta teladan, musisi ilahi, berbentuk separuh manusia separuh kuda (di India) atau separuh burung (di Asia Tenggara).
Menurut mitologi yang berkembang di Asia Tenggara, kinnari berwujud separuh burung separuh perempuan. Kinnari mempunyai kepala, batang tubuh dan lengan wanita tapi bersayap, ekor dan kaki angsa. Dia terkenal karena tarian, nyanyian , dan puisinya, serta merupakan simbol dari kecantikan , keanggunan dan kesempurnaan kaum perempuan.
Manohara adalah seorang kinnari yang tinggal di Gunung Kailash, merupakan putri bungsu dari tujuh bersaudari putri raja kinnara. Suatu hari, dia di bercengkerama di dunia manusia, dan tertangkap pemburu, yang akhirnya mempersembahkannya pada raja Pancala. Pangeran Sudhana jatuh cinta kepadanya, dan menikahinya.
Kemudian, saat sang pangeran sedang berada di medan pertempuran selama berbulan-bulan, Manohara difitnah sebagai pembawa kutukan bagi kota itu. Dia menerbangkan (bukan melarikan) diri kembali ke kerajaan kinnara. Namun dia meninggalkan jejak berupa cincin dan petunjuk arah ke kerajaan kinnara pada seorang resi, supaya Pangeran Sudhana dapat menyusulnya nanti.
Pangeran Sudhana kembali dari medan pertempuran dan menyusul Manohara. Dalam perjalanan yang panjang dan penuh petualangan, dia melewati berbagai tantangan yang menguji keperkasaan, tekad maupun kecerdikannya, sampai akhirnya menemukan Manohara. Mereka akhirnya, ehm…, hidup bahagia selamanya
Kayaknya namanya cocok. Cuman ceritanya rada melenceng sedikit. Menikah dengan pangeran negeri seberang, iya. Lari/terbang dari kerajaan itu, iya. Tapi pangeran menyusul dan mereka hidup bahagia selamanya? Sepertinya tidak.

Orang pangerannya sendiri yang bikin gara-gara. Tidak nyadar apa dia kalo Manohara itu anak orang. Anak negeri orang pula. Tidak nyadar apa kalo dia itu putra mahkota, calon pemimpin negeri. Kalo calon pemimpin perilakunya mengerikan begitu, gimana dengan yang dipimpin? Pantas saja banyak majikan di negeri jiran hobinya menganiaya PRT, meneladan pemimpinnya.
Sudah begitu, ada yang membela pula. Namanya Hishamuddin, menteri dalam negeri Malaysia. Coba lihat kutipannya di Din Merican, the Malaysian DJ Blogger.
Home Affairs Minister and cousin to the Prime Minister, Hishamuddin Tun Hussein … claims that the mistreatment of the Indonesian beauty and model, Manohara Odelia Pinot by someone in the Kelantan Palace is a private matter (Din Merican).
Private matter dengkul sampeyan Pakcik! Wong penganiayaan sadis secara fisik dan psikologis, sampai mengiris2 dada orang, dilakukan oleh seorang pangeran calon pemimpin suri tauladan bangsa, kok private matter. That’s a public matter, even national matter! Coba kalau keponakan atau putri Pakcik sendiri yang jadi korban, apa masih private matter juga?
Dikutip The Star Online, sang mendagri malah menyalahkan media (kecuali media Malaysia) sesuai peribahasa “buruk rupa cermin dibelah” dan bilang:
“However, just because this case involves a prominent personality, it should not be over sensationalized and be given a negative slant. This is where the media, not the Malaysian media, should play a more responsible role and not sensationalize the matter.”
Ada lagi pembela Tengku Muhammad Fahkry lainnya yang mencoba mengalihkan pokok masalah dengan mengecam Manohara yang menunjukkan luka-luka bekas kekejaman suaminya pada publik.
Tapi tidak semua Malaysian pro Tengku Fahkry. Banyak yang masih berhati nurani dan berakal sehat, menyayangkan, prihatin, bahkan mengutuk perilaku itu serta pembelaan Hishamuddin. Contohnya di Din Merican (lagi):
Since when does a matter like this or the brutal treatment of an Indonesian mate by some sadistic employer become or is considered private. This minister must be speaking without thinking, maybe in defense of the Kelantan Royal Household. No one who uses violence against another human being is above the law. Knowing the law and being a lawyer himself in private practice,Kerismuddin should ask the Police under his charge to investigate and find out the truth. I wonder how he would reacted if one of his sisters was treated in the same way as Manohara. I feel a sense of outrage whenever I hear of such brutality.
Bagaimanapun, semoga kasus ini berakhir dengan baik. Semoga sang korban mendapatkan keadilan dan yang bersalah mendapatkan hukuman yang setimpal. Penegak hukum dan pemerintah kedua negara semestinya mengusahakan agar keadilan ditegakkan. Mengesampingkan keadilan dengan alasan untuk menyelamatkan muka atau martabat negara malah akan jadi bumerang yang menyambit kehormatan bangsa di mata dunia, dan masa depan bangsa itu sendiri. Ya, Pakcik?
(Mitologi Manohara dan Kinnara dialihbahasakan dari Wikipedia)
Lagi usil translator (hayahhh):
Kutipan 1:
Menteri Dalam Negeri (Malaysia) dan sepupu Perdana Menteri, Hishamuddin Tun Hussein… menyatakan bahwa penganiayaan yang dilakukan terhadap model cantik Manohara Odelia Pinot oleh seorang anggota keluarga Istana Kelantan, adalah urusan pribadi/rumah tangga.
Kutipan 2:
Namun, jangan mentang-mentang karena melibatkan figur terkenal, kasus ini lalu dibesar-besarkan dan dipandang secara negatif. Disinilah mestinya, media massa (bukan media massa Malaysia) memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan tidak membesar-besarkan masalah ini.
Kutipan 3:
Sejak kapan masalah seperti ini, maupun perlakuan brutal terhadap seorang pekerja Indonesia oleh seorang majikan yang sadis, menjadi urusan rumah tangga? Sang menteri pasti bicara tanpa berpikir dulu, mungkin untuk membela keluarga Kerajaan Kelantan. Tak seorangpun yang melakukan kekerasan terhadap orang lain bisa kebal hukum. Memahami hukum dan berprofesi sebagai pengacara, Kerismuddin (julukan Hishamuddin) mestinya meminta pihak kepolisian di bawah kewenangannya untuk menyelidiki dan menemukan kebenaran dalam kasus itu. Coba saja kalau salah seorang saudarinya diperlakukan seperti Manohara. Saya merasa betul-betul geram setiap kali mendengar kebrutalan semacam itu.
Comments (13)





Kunjungan Balik.
Sampai segitunya kah luka manohara? Tapi yang jadi penasaran kenapa dia seperti nggak serius menangani masalahnya ya bro.
Masalah manohara haruslah menjadi contoh untuk yang lain. Jangan sampai ada manohara lain yang mempunyai nasib naas juga sepertinya.
Nice Blog dan salam kenal..
kasihan juga mbak manohara… apalagi saat saya liat potonya yang nomer 2, aduh.. jadi gak keliatan menarik… Huahahahahah.. uteke ngeres..
bagus sekali postingnya …..
salam hangat sob..
ah parah bner tu,,zzzz,,bikin kesel,,
hmm semoga jadi pelajaran berharga buat Mano keluarga dan juga negeri kita
weh weh…
parah tuh…
@ Blogger Sragen: iya, semoga bro. soalnya masih banyak manohara2 lain termasuk para TKI yg mendapatkan perlakuan tak pantas dari induk semang mereka.
salam kenal juga…:)
@ kucrit: hahah…dasar, fokusnya ke situ2 aja…..
@ kir31: betul sob, kita yg ga ngalamin aja berasa geram….
@ dwina: akur bgt. bukan masalah manohara aja negeri kita dipencundangin, tapi termasuk ambalat n reog juga….
@ AlvienRizki: banget!
Tak seharusnya seorang perempuan diperlakukan seperti itu…. ingatlah, bahwa kalian semua berasal dari rahim seorang perempuan….
sayangilah perempuan…. dan sayangilah Manohara dan saya….
kita harus ikut berjuang nih demi nama baik bangsa ini…
@ Iko: dengan senang hati….
@ peluang-uang: betul sob, demi keadilan juga..
dia hanya korban KDRT. aku melihatnya hanya sebatas itu.
meskipun banyak kabar biring yg menjelek2an dia….
tp buatku dia tetap korban KDRT yg harus dibela dan layak mendapat keadilan.
@ Juminten: stujaa..KDRT beneran harus diperangi. supaya orang berhenti berpikir kalo seorang istri ato anak itu, lantaran sudah jadi miliknya boleh diperlakukan sesuka hati…
apapun namanya, KDRT atau KDRW sampai KDLurah, tetap saja kekerasan yang tidak bisa didiamkan saja. apalagi thd wanita dan anak-2 yang seharusnya di lindungi bukan di sakiti ….
While a hot sauna may seem a cruel punishment to inexperienced, Infrared sauna is truly a very pleasant experience. All you need is a towel (maybe not) and a little time.