Michael Jackson Pergi Sudah

Michael_JacksonDiduga karena mengalami serangan jantung, The King of Pop itu meninggal pada usia yang relatif masih cukup muda, 50 tahun. Usia yang bagi banyak orang masih tergolong produktif. Usia yang bagi banyak orang masih terhitung muda untuk menggapai puncak karirnya. Lihat saja, diantara enam kandidat pimpinan nasional kita, Prabowo yang termuda saja usianya 58 tahun, selisih dua tahun dibanding SBY yang lahir di tahun 1949.

Sebagai pesohor kelas dunia, meninggalnya Jackson mendapatkan perhatian  maha luas di seluruh penjuru jagad raya, nyata maupun maya. Google yang bandwidth-nya triliunan Gigabyte saja (lebayyy) sampai mengalami crash selama 35 menit, kewalahan melayani banyaknya pencarian yang berkaitan dengan si Jacko. Data dari Google Trends menunjukkan bahwa 7 dari 10 pencarian paling populer berkaitan dengan Michael Jackson.

Server micro blogging Twitter juga kena imbasnya. Hanya dalam waktu satu jam sejak muncul berita bahwa legenda hidup ini (sekarang sudah berubah status) dilarikan ke rumah sakit, kata ‘Michael Jackson’ muncul di lebih dari 66.500 tweet.

Meskipun didera beragam penyakit mulai dari kanker kulit, infeksi paru-paru, maag akut sampai kebutaan, tak banyak orang menduga bahwa Jackson bakal meninggal dalam usia semuda itu. Terlebih ia sedang mempersiapkan konser penghabisan (farewell concerts) sekaligus merayakan haulnya yang ke limapuluh. Dengan begitu, kepergian Jacko menyisakan hutang sebanyak 50 konser, yang sebagian besar tiketnya sudah habis terjual.

Serangan jantung hanyalah penyebab fisik saja. Sahabat dekatnya, ilusionis Uri Geller, mengatakan bahwa tekanan batin karena kesepianlah yang membuat Moonwalker ini rapuh. Terlebih persiapan konser 50 tahunnya juga membuatnya berada di bawah tekanan yang besar.  Sungguh tragis bahwa pesohor yang dikenal dan dikagumi milyaran penduduk bumi ini mengalami kesepian di akhir hidupnya.

Tragis tapi sangat tipikal dan nyata. Bukan cuma Jacko, kita juga sering mengalami kesepian dalam kerumunan. Bahkan di antara ribuan penggemar yang bersorak memuja kita (hayahhh), di antara teman-teman yang ramai tertawa dan berpesta. Kita merasa sendiri dan sepi. Kita merasa tidak dimengerti. Hati kita tidak ikut bersorak dan berpesta. Hati kita terkungkung dalam bejana dengan setetes air mata di dalamnya – definisi sepi menurut Rendra.

Sepi, karena kita tidak benar-benar hadir. Kita berpesta, tapi hati kita entah di mana. Hati kita tak tersentuh, karena kita tak membiarkan seorang pun melakukannya. Kita hidup di dua dunia. Dunia dalam dan dunia luar.  Kesepian terjadi jika terdapat jurang perbedaan antara dunia dalam dan dunia luar. Semakin dalam dan lebar jurang itu, semakin dunia dalam kita kesepian. Jurang perbedaan tercipta saat dunia luar kita mengenakan topeng. Semakin tebal topeng itu dan semakin berbeda dia dengan wajah asli kita, semakin dalam jurang perbedaan itu.

Para pesohor, penyiar, artis, politisi dan pemimpin biasanya menghadapi tantangan besar berkaitan dengan topeng pencitraan itu. Keadaan, lingkungan pekerjaan dan sosial memaksa mereka mengenakan topeng yang seringnya berbeda jauh dengan wajah asli mereka.

Berbahagialah kita orang biasa, yang tidak perlu bertopeng. Yang bisa bebas menampilkan jati diri kita apa adanya. Yang tidak perlu tertawa saat kita sedang sedih. Yang boleh manyun kalau lagi bete. Yang tak perlu pura-pura tersentuh kalau nyatanya tak peduli (weittt, sadis amat sih!).

Halah ngumung apa, dasar usil saja!

Sembarang jalan (anyway xixixi…), RIP Michael Jackson. Sumbangannya di dunia seni tarik suara dan hiburan tak bisa kita pungkiri. Patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu, semoga kepergiannya menginspirasi banyak orang untuk berani bermimpi dan berkarya menggapai impian.

(Data-data faktual dirujuk dari Wales Online, Detik com dan Wikipedia)

Comments (11)

 

  1. kucrit says:

    ternyata kepopuleran kang jeck (bukan jeckiran lo) ternyata sampai dibawa mati ya.. benar-benar salut..
    bener kata sampean, ternyata tidak sedikit kepopuleran seseorang itu yang penuh dengan topeng. Sehingga untuk mempertahankan topengnya dia harus terus berusaha untuk menutup wajah aslinya. Seperti kang jek ini, setelah saya membaca berbagai media ternyata dibalik terkenalnya namanya, ternyata bertolak belakang dengan kehidupan pribadinya sehari-hari.. (halah ngaco crit)…
    salam hangat wahai sobatku….

  2. iQko says:

    begitulah terkadang. walopun banyak orang yang sudah tahu terkadang hidup dalam ketenaran justru bergelimang sepi. tetap saja masih banyak orang yang mau masuk ke dunia itu.

    well, salam kenal!

  3. cemacem says:

    yah.. kehidupan seseorang tidak mesti harus sempurna. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangannya… bye.. Mas Jecko….

    salam hangat sob..

  4. Yanti says:

    Dunia kembali kehilangan satu legenda musiknya…

    Thanks ya udah mampir ke blog-ku… Btw, aku taruh link mu di blog ku yaa… Thank you :)

  5. Akmal Online says:

    Selamat jalan Mas Jacko.
    semoga tenang di alam sana.

  6. lagi usil says:


    @ kucrit: bener. jadinya seperti memelihara dua kepribadian yg satu sama laen ndak saling kompak. repot bgt kan?
    @ iQko: iya juga. soalnya ketenaran nampaknya menjanjikan kenyamanan hidup yang diimpikan banyak orang. belum ngeliat dari dekat soalnya hehe….salam kenal juga :)
    @ cemacem: setujaaa. semua pilihan hidup pasti membawa konsekuensinya sendiri2, baik maupun buruk.
    @ Yanti: yah, begitulah
    thanks dah ditaut yah ;)
    @ Akmal Online: thanks dek Akmal….loh?!

  7. Ade says:

    No one is perfect, so is Michael Jackson.. May he rest in peace

  8. lagi usil says:

    @ Ade: ameen…

  9. Fariskhi says:

    Sepertinya MJ di-idolakan berlebihan..

    Michael Jackson = Idola
    Idola = kata serapan dari “Idol”.
    Idol dalam bahasa inggris = Berhala (sembahan)
    Michael Jackson = Berhala??

  10. lagi usil says:

    @ Fariskhi: hahaha….bisa aja dikait2kan :)

  11. geco says:

    Michael Jackson

Udah, komentar aja... dah nyampe sini juga :)