Pergi untuk WordPress

(terjemahan ala google dari “go for WordPress” :) )

Setelah beberapa jenak tukang usil asyik berjoomla-joomla untuk situsnya yang ini, terus sering walk blogging…eh blog walking ke sana kemari dan ngeliat sebagian besar teman-teman blogger pake WordPress dan blognya bisa jadi bagus-bagus, seru-seru dan menarik-menarik, sekaligus dengar berita, diskusi, obrolan di forum, rumpian, gosip, issue tentang kedahsyatan WordPress, tukang usil kok ya tergoda juga akhirnya untuk ngeblog pake WordPress.

Pertama kali menginstal WordPress, kesannya persis seperti yang diharapkan Matt Mullenwerg: kaget, takjub, dan terselip sedikit rasa kecewa. Kok cepat sekali? Kok cuman satu langkah saja? Dan itu sudah diantisipasi si Matt. Lihat saja catatannya:

WordPress has been installed. Were you expecting more steps? Sorry to disappoint.

Dasar!

Habis kaget-takjub-sedikit-kecewa terus pusing. Pusing milih template. Download puluhan mungkin hampir seratus kok masih bingung mana yang cocok. Bukan milih yang terbaik sih, hanya yang paling ga bikin bingung hehe….

Dashboardnya bagus sih, jelas, navigasinya gampang dan layoutnya intuitif. Cuman ya itu, tetep saja pusing dan berasa tersesat. Namanya juga baru pertama, lagi mencoba beradaptasi. Orang yang paling sederhana kaya pasang widget saja harus bolak-balik sambil diteng0k-tengok yang ini posisinya di mana, yang ini dimana…. Ternyata beberapa template sudah menenteng widget bawaan apa ya, sehingga kalo diisi lagi dengan widget default jadi dobel…tidak tahulah. Musti dijelajahi dulu lebih seksama dan menyeluruh dashboardnya.

Tapi tukang usil sudah bisa merasakan bahwa ini software blog, atau CMS (apa ya istilah tepatnya?) yang luar biasa. Fitur, kemampuan dan potensi untuk dikembangkan jauh lebih dahsyat daripada blogger yang dulu juga pernah tukang usil coba pas awal-awal ngeblog.

Kalo dengan Joomla agak susah dibandingkan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang sebenarnya bisa saling melengkapi. Joomla lebih tepat untuk membangun website yang lengkap dengan berbagai komponen pendukungnya. Untuk ngeblog juga bisa tapi tampilannya agak berat dan mungkin kurang cocok untuk blog yang musti diupdate secara teratur (meski semangat Joomla sebagai CMS juga untuk memudahkan penggunanya untuk mengupdate situsnya.

Baiklah, secara baru pertama mengenal, belum banyak yang bisa disampaikan mengenai software blog ini.  Tapi sepertinya mulai seru dan menyenangkan nih :)   Apalagi kalo bisa sambil belajar dari teman-teman yang sudah lebih berpengalaman dengan WordPress :)

Comments (5)

 

  1. arikaka says:

    pake produk dalam negeri aja nanti…

    *emang ada, ,,?
    hihih

  2. lagi usil says:

    @ arikaka: iya, benar juga. mungkin kaya blog detik itu ya produk lokalnya?

  3. dari yang saya dengar klo joomla dan wordpress katanya yang paling ringan wordpress ya mas?

  4. Anil Ji Garg says:

    The far infrared ray is its major energy.

  5. ardy says:

    wordpress emang top markotop..

Udah, komentar aja... dah nyampe sini juga :)