Udah pernah baca epos Ramayana belum? Udah?! Wah hebat, saya malah belom
Tapi di sana ada satu kutipan berupa nasehat yang bagus. Hebatnya lagi, nasehat itu keluar dari mulut Rahwana, antagonis dalam epos legendaris itu. Eitt, jangan apriori dulu. Jangan dikira mentang-mentang Rahwana trus ga ada bijaknya sama sekali n ga ada pelajaran yang bisa dipetik darinya. Ada!
Jadi ceritanya gini. Waktu itu perang sudah hampir kelar, Rahwana udah kehilangan segalanya, anak-anak, paman-ponakan, adek-adek n sanak sodara lainnya serta para prajuritnya yang setia dan gagah berani di medan laga….halah! Pokoknya tinggal dia sendiri dan sedikit pengikut setianya. Dan majulah dia menghadapi Shrii Rama.
Karena saya belom baca ceritanya jadi dipersingkat saja ya. Pokoknya, berantem punya berantem, pukul punya pukul, tendang punya tendang, akhirnya Rahwana kalah dan sekarat terkena panah Shrii Rama.
Melihat Rahwana sudah sekarat dan tidak mungkin tertolong lagi meski dibawa ke rumah sakit Singapura, Shrii Rama pun mendekati Rahwana. Sebagai orang yang usianya lebih muda, Shrii Rama tetap hormat kepada Rahwana walaupun raja Alengka itu telah mencuri istrinya. Misi Shrii Rama adalah memerangi kejahatan dan ketidakadilan bukannya memusuhi pelakunya, apalagi yang sudah sekarat.
“Hai Rahwana,” kata Shrii Rama. “Beri aku satu nasihat yang akan berguna bagiku di masa datang.”
Rahwana pun menjawab, “Perbuatanku telah sedemikian buruk terhadapmu dan kau masih mau menghormatiku dengan minta nasihatku. Baiklah. Ini nasihatku untukmu. Kalau kau merencanakan sesuatu yang baik, lakukan segera, jangan ditunda, jangan berpikir dua kali. Sebaliknya, kalau kau memikirkan atau merencanakan perbuatan buruk atau jahat, tunda dulu rencana itu, pikirkan seribu kali dulu sebelum melakukannya.”


shrii rama memeang berjiwa kesatria,padahal istrinya tercintah itu di rebut oleh rahwana,tapi masih aja meminta nasihan dari dia.