Mega, Bisa Jalan Koq Ngesot

December 17, 2011
by lagi usil

Kalo peristiwanya pasti sudah pada tahu semua yaa. Mega Tri Pratiwi dan konco-konconya pengen ngasih kejutan kepada salah satu temannya bernama Fitra Siapa gitu yang lagi berultah ke-18. Mega lantas berdandan ala suster ngesot dan berngesot di depan pintu lift yang digunakan Fitra dan teman-temannya ke lantai itu.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, sial tak bisa ditunda, ternyata di lift itu naik juga seorang satpam yang tugasnya memang menjaga keamanan di apartment tersebut.  Saat pintu lift terbuka dan terlihat sesosok sosok yang menyeramkan dan menggelikan sedang ngesot di tengah jalan, secara reflek, ulangi, secara REFLEK si satpam alias satuan pengamanan itu menendang sosok menggelikan tersebut.

Untung tak dapat diraih….eh udah dink :) , hasilnya pelipis kiri lebam dan satu gigi bawah patah.  Hasil yang sepadan buat mahasiswi Raffles Design Insititute Jakarta berusia 20 tahun ini.

Untung tak dapat….halah!

Dalam salah satu konferensi pers, Mega menyatakan akan memaafkan sang satpam kalau dia minta maaf. Haloo! Ga salah ni mbak? Yang harus minta maaf itu Anda donk, satpam cuman menjalankan tugas koq dianggap salah dan malah dipidanakan. Mega juga menyatakan bahwa ”proses hukum tetap berjalan,  semata-mata untuk mendapatkan keadilan.” Keadilan dari Hongkong?

Video rekaman CCTV kejadian itu terupload luas di Youtube. Dari komentar-komentar yang ada, hampir semuanya menyerukan dukungan pada satpam dan mengomelin perbuatan tak cerdas si mahasiswi. Di Facebook ada Gerakan Sejuta Facebookers Mendukung Satpam Penendang Suster Ngesot.

Ya sudahlah, semua sudah terjadi. Jadi pelajaran untuk Mbak Mega (Tri Pratiwi) dan teman-teman kurang cerdasnya, zaman sekarang ini cerdas bukan lagi pilihan, tapi keharusan, syarat. Tidak cerdas bukan cuma memalukan, tapi bisa membahayakan keselamatan diri dan keutuhan gigi. Makanya mulai sekarang, kalau bikin kejutan harus lebih cerdas lagi. Tontonan juga musti lebih cerdas dan variatif, tidak hanya Pocong Juga Pocong, Suster Ngesot dan sejenisnya.

Tontonlah sekali-sekali film barat. Tidak usah yang berat-berat dulu, coba yang sejenis Tintin atau Happy Feet juga boleh, pasti tetap jauh lebih mencerdaskan sehingga kalau bikin kejutan jadi lebih imajinatif dan segar. Film Indonesia yang cerdas juga banyak, contohnya The Mirror Never Lies (tapi terlalu berat, Happy Feet dulu aja deh hehe).

Semangat mbak! Dan cerdas!

Gambar dipinjam dari sini.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*