Dulu saya mengira begitu, tapi ternyata tidak… Tidak secara langsung, maksudnya.
Menurut Wikipedia, pemanasan global adalah peningkatan rerata suhu permukaan bumi dan lautan sejak pertengahan abad ke-20. Hal itu diprediksi akan terus berlanjut. Penelitian menunjukkan peran aktivitas manusia dalam pemanasan global. Pemanasan global dapat berperan dalam perubahan pola iklim global.
Sekarang istilah “perubahan iklim” lebih disukai daripada “pemanasan global”. Istilah “perubahan iklim” lebih mewakili kondisi sesungguhnya, bahwa terdapat perubahan-perubahan lain selain peningkatan suhu. Hal ini merujuk pada perubahan parameter-parameter iklim (misalnya suhu, curah hujan, atau kecepatan angin) yang cukup signifikan, yang berlangsung selama puluhan tahun.
Pemanasan global atau perubahan iklim dapat disebabkan oleh beragam faktor, baik alamiah maupun karena pengaruh manusia.
Perubahan iklim secara luas mempengaruhi beragam aspek di bumi dan dalam kehidupan manusia, misalnya ekosistem, kesehatan manusia, pertanian, kondisi dan iklim di daerah kutub, curah hujan, dan tinggi permukaan air laut.
Beberapa ekosistem telah dipengaruhi perubahan iklim ini. Seraya iklim terus menghangat, perubahan besar dapat terjadi pada struktur dan fungsi ekosistem, interaksi ekologis antar spesies, dan cakupan geografis spesies. Hal ini sangat mempengaruhi keaneka-ragaman hayati. Perubahan iklim seperti meningkatnya banjir dan kekeringan diperkirakan akan meningkatkan resiko kepunahan beberapa spesies tumbuhan dan hewan. Banyak di antara mereka terancam punah karena faktor-faktor selain perubahan iklim.
Beberapa penyakit umum dan ancaman lain terhadap kesehatan manusia sangat tergantung pada iklim setempat. Suhu yang sangat tinggi dapat mengakibatkan kematian atau penyakit yang berkaitan dengan panas. Di sisi lain, suhu musim dingin yang tidak terlalu dingin memang dapat mengurangi jumlah kematian karena rendahnya suhu. Gangguan iklim terhadap sistem ekologis, seperti perubahan sifat-sifat parasit dapat secara tidak langsung mengakibatkan terjangkitnya penyakit menular yang serius. Suhu panas dapat pula meningkatkan polusi udara dan air, yang pada gilirannya membahayakan kesehatan manusia.
Pertanian sangat sensitif terhadap variasi iklim dan kondisi cuaca yang ekstrim, seperti kekeringan, banjir, dan serangan topan badai. Daya-daya yang membentuk iklim juga sangat mempegaruhi produktivitas pertanian. Beberapa aspek memang diprediksikan akan meningkatkan produksi bahan makanan (seperti musim pertumbuhan yang lebih panjang, meningkatnya curah hujan). Namun kondisi cuaca yang ekstrem seperti meningkatnya potensi kekeringan, banjir dan gelombang angin panas sepertinya akan memberikan efek yang berlawanan.
Peningkatan suhu di daerah kutub diduga akan lebih tinggi dibanding peningkatan suhu di bagian permukaan bumi lainnya. Salah satu penyebabnya adalah permukaan es memiliki albedo (daya pantul sinar) lebih tinggi dibanding laut atau daratan. Mencairnya salju dan es membuka permukaan daratan dan laut. Hal ini akan meningkatkan penyerapan panas matahari dan selanjutnya menghangatkan planet ini, khususnya di wilayah itu. Pencairan es karena perubahan iklim diduga kan mengurangi ukuran permukaan es di kutub, bahkan setelah memperhitungkan potensi meningkatnya salju dan penumpukan es di atas lembaran es itu karena meningkatnya curah hujan.
Para peneliti juga memperkirakan peningkatan suhu global pada abad lalu telah meningkatkan kandungan uap air di atas permukaan laut sebanyak lima persen. Curah hujan umumnya terjadi karena sistem cuaca yang memungkinkan tersimpannya uap air di atmosfir. Jadi, peningkatan suhu bumi secara umum akan meningkatkan intensitas hujan dan berisiko terjadinya hujan lebat dan badai salju.
Seraya iklim terus menghangat, kandungan uap air di atmosfir diprediksikan akan terus meningkat. Ini menyebabkan meningkatnya curah hujan global, serta terjadinya badai di beberapa wilayah. Naiknya temperatur juga meningkatkan penguapan, mempercepat pengeringan permukaan tanah dan mengakibatkan bencana kekeringan di berbagai wilayah. Iklim yang lebih hangat mungkin akan mengurangi curah salju di gunung-gunung di wilayah Amerika Utara bagian barat, juga menyebabkan kekeringan musiman. Kesimpulannya, perubahan iklim meningkatkan terjadinya banjir maupun kekeringan, meskipun terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda.
Tinggi permukaan air laut mengalami peningkatan secara global maupun di sepanjang pantai di AS. Para peneliti memperkirakan terjadinya peningkatan tinggi permukaan air laut sebanyak 4.8 – 8.8 inci selama abad terakhir. Naiknya permukaan air laut yang signifikan kemungkinan besar terjadi karena penghangatan atmosfer dan lautan. Faktor utamanya termasuk meningkatnya volume air laut karena naiknya suhu laut, mencairnya gletser di pegunungan, dan mencairnya lembaran es Greenland dan Antartika. Ilmuwan memperkirakan peningkatan tinggi muka air laut sebanyak 7 sampai 24 inci pada tahun 2100 karena pemuaian saja. Peran lembaran es yang mencair, yang sangat tidak pasti jumlahnya, juga secara substansial menambah jumlah estimasi ini.
Rujukan:
- Wikipedia.org
- Epa.gov


Haduh, serem juga ya.
Untung aku bisa berenang. #eh *los fokus* XD
gag heran karena perubahan iklim cuaca jd gag keruan-keruan deh